Protect Paradise, Save the World

Protect Paradise, Save the World

image

Yang tahun 80-90an masih duduk di SD mana suaranyaaa? *ih kok kayak host acara musik di tivi sihh?*
Saya sih enggak mau meniru para host itu, dan postingan inipun sama sekali tidak ada hubungannya dengan acara musik itu. Saya hanya ingin sedikit bernostalgia sebagai anak 80-90an. Waktu duduk di bangku SD itu kan kita diajarkan bahwa musim penghujan di Indonesia jatuh pada bulan Oktober-April, sedang sebaliknya jatah untuk musim kemarau. Hayooo, ingat kan? Kalau yang enggak ingat, mungkin pas materi itu lagi izin atau tidur ya 🙂 .

Sekarang ini, pernahkah terpikir bahwa aturan permusiman itu sudah enggak berlaku lagi. Kacau balau. Kadang musim kemaraunya panjaaang sekali. Kadang musim hujannya yang serasa enggak berhenti-berhenti juga. Jadi bingung sendiri. Iklim alam seperti tak lagi memiliki aturan baku. Kenapa ya?

Hutan tropis menyimpan karbon di tanah dan pepohonan. Seperti spons/busa, hutan tropis menyerap karbondioksida yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fossil sebagai sumber energi.

Kita membutuhkan hutan dengan luasan besar untuk ‘meredam’  dan melawan perubahan iklim dan menjaga bumi. Tetapi yang terjadi kita melakukan sebaliknya. Kita Menghancurkan Hutan.

Perusakan hutan menyumbang 20% dari emisi GRK setiap tahun. Dan lebih banyak lagi emisi yang dihasilkan dari seluruh dunia seperti dari mobil, truk, kereta, kapal dan pesawat di 2004.

Di Indonesia, hutan rawa gambut lenyap akibat pembalakan, pengeringan dan di bakar untuk perluasan kelapa sawit. Lahan gambut ini (kadang-kadang hingga kedalaman 12 meter) menyimpan karbon yang sangat besar. Ketika mereka di keringkan dan di bakar akan menjadi sebuah bom karbon, melepaskan hampir dua milliyar ton karbondioksida berbahaya setiap tahun.

Berkat penggundulan hutan dan lahan gambut, Indonesia menjadi negara pencemar polusi ketiga terbesar di dunia setelah Amerika dan Cina. Dari 85% emisi yang dihasilkan Indonesia, emisi bersumber dari penghancuran hutan dan konversi lahan gambut.

Di Papua Nugini, sekita 83% dari hutan yang  dapat diolah secara kormesial lenyap atau menyusut pada tahun 2021 jika laju pembalakan terus dilakukan. Hutan tersisa di Papua Nugini menyimpan dua kali lipat emisi yang di hasilkan di seluruh yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil di tahun 2004. Penebangan hutan telah melepaskan emisi GRK dan berkontribusi meningkatkan GRK di atmosfir.

Nah tuh faktanya yang berbicara. Salah satu fakyor terbesar penyebab kacaunya iklim ternyata disebabkan aksi perusakan hutan oleh manusia. Padahal hutan adalah ‘kawasan surga’ penyeimbang ekosistem bumi, termasuk penjaga stabilitas iklim di dunia kita tercinta ini. Jadi…. we have no other choice. Let’s protect paradise to save the whole world. Bagaimana caranya?

image

1. Reduce, reuse, recycle

Pasti sudah tahu dong semboyan ini. Sehubungan dengan menyelamatkan hutan, yuk kurangi pemakaian benda-benda yang berasal dari kayu yang dilindungi. Contohnya pemakaian kertas dari bahan kayu ramin. Kayu ramin itu dilindungi lho. Reuse artinya menghemat sebisa mungkin penggunaan benda-benda berbagan dasar komoditas hutan. Jadi nantinya akan makin berkurang juga produksi benda-benda tersebut. Kan demand-nya makin berkurang. Ingat hukum supply and demand ya. Recycle artinya mendaur ulang semua yang bisa didaur ulang. Habis menggunakan kertas? Ayo didaur ulang dan jangan lupa tanam lagi satu bibit tanaman untuk bumi kita. Kalau tidak bisa menanam? Ayo donasikan sedikit saja untuk protect paradise and save the world.

2. Speak out your mind!

Jangan hanya jadi penonton pasif ya. Jadilah agen perubahan. Awasi kinerja pihak-pihak yang berhubungan dengan keberlangsungan pelestarian hutan, terutama industri dan pihak pembuat kebijakan. Lalu suarakan opini dan ide kita lewat semua media. Oh, tentu termasuk lewat media sosial dan blog. Suarakan dengan baik, tegas, namun tetap santun dan sejuk. Keluarkan kreativitas kita untuk itu.

3. Let’s walk the talk!

Ini sih maksudnya… 3M nya Aa Gym itu lho. Mulai dari diri kita sendiri, mulai dari sekarang, dan mulai dari lingkungan terkecil. Jangan tunggu besok. Satu langkah kecil kita mungkin tak berarti bagi kita. Tapi satu peradaban selalu dimulai dari langkah-langkah kecil. Kata Gandhi, “Jika engkau ingin dunia ini berubah, maka ubahlah dirimu sendiri”. Dimulai dari mindset kita sih, intinya.

Posting ini adalah langkah kecil…sangat kecil. Ayo bergabung dan terus melangkah bersama…

Data / referensi:

http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/melindungi-hutan-alam-terakhir/hutan-dan-perubahan-iklim/

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Protect Paradise, Save the World

  1. a wise & inspiring blog post, Mbak. Sepakat, untuk tdk menyepelekan hal-hal kecil. Semua bisa berawal dari hal-hal kecil. Apalagi hal besar ya… Waktunya melek dengan kondisi hutan kita… Salam 🙂

  2. Eni Martini says:

    ingat banget kalau Ber..Berrrr dulu pasti hujaaan terus…skrg hujan dan kemarau tiada bertuan T.T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s