Understanding Love : Cinta itu Membebaskan

image

http://gungrangga.blogspot.com/2014/02/giveaway-understanding-love.html?m=1

image

Dulu sekali, sebelum menikah, saya sempat ribet berpikir tentang konsekuensi mencintai dan dicintai, dalam sebuah ikatan pernikahan, tentu saja. Sedari dulu saya malas berpikir tentang penjabaran cinta di luar konteks pernikahan. Going nowhere. Gaje. Akan halnya tentang cinta dalam pernikahan, saya mengira akan banyak pengorbanan yang harus kita lakukan untuk memperoleh kebahagiaan. Makanya pada awal-awal masa pernikahan, saya banyak memberi batasan pada suami, seperti: saya enggak mau berhenti kerja, saya enggak suka memasak jadi jangan coba-coba disurug masak, saya enggak suka beberes rumah dll. Dan saya bertahan di situ. Nyaris tidak ada upaya kompromi. Apa yang dilakukan suami?

Dia membiarkan saya dengan apa yang saya mau, sebab menurutnya itu bukan hal yang prinsip. Sementara saya tidak mau melakukan apa yang sebenarnya menjadi tanggung jawab saya atau tanggung jawab berdua, dia memilih melakukannya sendiri. Tanpa protes dan dengan senang hati.

Lama-lama saya berpikir, betapa egoisnya saya. Jika saya merasa berkorban karena harus melakukan apa yang tidak saya sukai, lalu bagaimana dengan dia? Perlahan, saya berubah dan mencoba lebih kooperatif. Hasilnya seperti yang kami rasakan sekarang. Kami jadi terbiasa bekerja sama dalam hampir semua hal. Bersama dengan itu, kami mulai memahami bahwa cinta itu berkembang lewat kebersamaan dan berbagi banyak hal.

Kebersamaan itulah yang akhirnya membuat kami masing-masing berkembang lebih baik dalam karir dan peran. Suami tidak pernah melarang dan keberatan ketika saya sedang sibuk deadline, dan hanya sempat masak seadanya, menyetrika menunggu jemuran menumpuk. Sebab dia tahu, saya mengerti bagaimana mengatasi hal itu with my own way. Saya juga memahami jika dia harus ‘bertugas’ di hari libur, sehingga saya berusaha mengantisipasi acara liburan anak-anak. Sebab saya mengerti bahwa dia juga sedang melakukan ‘langkah-langkah kecil’ bagi umat.

Kami berkembang dengan dorongan semangat dan kebersamaan dari pasangan. Kami membiarkan perbedaan jika memang harus berbeda. Namun kami mencoba menyamakan langkah dalam banyak hal lain. Toh kami punya hobi sama: membaca, menulis, masak (pada akhirnya saya suka juga memasak), dan berwisata. Most of all, kami punya visi dan misi sama tentang hidup, keluarga, dan ummat. Bagi kami, itulah cara kami memahami cinta. Cinta yang sudah seperti sahabat seiring yang senantiasa ingin saling menggenggam tangan dan merengkuh bahu. Saling mengingatkan dan menguatkan. Saling berbagi. Dan ini mustahil tanpa pernikahan.

Jadi saran saya bagi teman-teman yang ingin memahami dan merasakan cinta yang membebaskan sekligus menguatkan adalah…menikahlah dengan pasangan jiwa yang dipilihkan Tuhan untukmu. Selamat menemukan, merasakan dan memahami cinta.

Knowing the love is to share…

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Understanding Love : Cinta itu Membebaskan

  1. Agung Rangga says:

    Terima kasih telah mendaftar~ πŸ˜€
    Salam~ πŸ™‚

  2. cinta itu membebaskan…ehm #sambil manggut2 πŸ™‚ sukaaa

  3. rodamemn says:

    judulnya menarik bikikn org pengen baca πŸ™‚

  4. Asma Karimah says:

    menikahlah dengan pasangan jiwa yang telah dipilihkan Tuhan untukmu.. So.. where are you mine?

  5. Bener mbak, kadang kita suka egois ya ke pasangan. Dan kebersamaan kita memberi pelajaran bahwa saling memberi dan menerima itu lebih baik.

  6. Pingback: [GIVEAWAY] "Understanding Love" – Daftar Peserta | Agung Rangga

  7. Pingback: [GIVEAWAY] "Understanding Love" – Daftar Peserta – Agung Rangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s