Tentang Cinta tak Bersyarat, tak Berbatas

Teruntuk ketiga laki-laki hebat dalam hidupku

*Bahkan ketika menuliskan judul saja, aku sudah nyaris menangis*

Selamat siang, tiga laki-laki hebat

Pernahkah kalian membayangkan bahwa sedetik saja hidup kita tanpa udara, maka setelah itu tak ada lagi kata ‘hidup’ bagi kita? Itu artinya udara begitu penting bagi kita. Lalu tahukah kalian bahwa hidup kalian juga dikelilingi oleh orang-orang yang teramat berarti bagi kalian? Bagiku, aku bisa menyebutkan beberapa orang yang saking berartinya, mereka seperti udara dalam hidupku. Ada seorang perempuan dan lima orang laki-laki luar biasa yang mampu membuatku berpikir tentang kapasitas cinta jauh melebihi apa yang kumiliki.

Seorang perempuan itu adalah ibuku. Dia yang senyumnya menjadi matahari bagiku, tangisnya adalah hujan bagiku, dan semua doanya embun bagi hari-hariku. Dan, darinya aku belajar cara mencintai untuk pertama kali.

Salah satu laki-laki itu adalah ayahku. Padanya ada kisah tentang ruang dan waktu berbalut cinta dan tanggung jawab. Dengannya aku memahami bahwa cinta tak selalu kata dan bunga, namun bisa berupa perjuangan dan tatap mata dalam diam.

Satu lagi laki-laki itu adalah suamiku, ayah kalian. Sejak hari ketika dia menjadi imamku, cintanya melingkupi kehidupanku, sempurna. Dalam suka dan duka. Dalam terang dan gelap. Dalam sehat dan sakit. Dan dalam lebih dan kurangku. Darinya aku mendptkan satu lagi cinta yang tak bersyarat.

Lalu hadirlah kalian satu persatu. Tiga laki-laki hebat tempat aku belajar meneruskan lagi semua cinta tak bersyarat yang kuterima dari nenek, kakek, dan ayah kalian. Untuk kalian, kucoba jelmakan matahari, hujan, dan embun berlapis cinta. Untuk kalian, kusemai cinta dalam perjuangan demi semua yang terbaik. Bagi kalian, semua ucap, doa, dan tatap selalu teralamatkan sepenuh cinta. Dan demi kalian, kugenapkan segala cinta tak bersyarat, setiap detik sejak kita pernah satu selama sembilan bulan, hingga kini.

Buat ketiga laki-laki kecilku yang hebat

Bertumbuhlah besar, Sayang, dalam cinta yang tak bersyarat dan tak berbatas pada semua makhluk, pada jagad ini, dan terutama pada Tuhan. Sebab itulah yang telah kuterima sampai kini. Dari Tuhan, dari alam, dan dari semua orang yang hebat dan baik dalam hidupku.

Setiap kali aku menatap kalian, aku tahu, cinta yang tak bersyarat dan tak berbatas itu juga telah kuterima dari kalian. Aku tahu, kita telah saling mencintai dengan cara yang paling ajaib, sejak Tuhan menitipkan kalian dalam diriku.

Teruslah bertumbuh dalam cinta, Nak. Tuhan telah memberikan kita bahu yang sanggup membawa beribu ton cinta kasih yang siap kita bagi. Tuhan juga melengkapi kita dengan hati yang amat lapang yang sanggup menampung semua kebaikan dari cinta itu sendiri.

Dan kalian, ketiga laki-laki kecilku, yang hebat, telah mengajarkan padaku, tentang memberi dan menerima cinta dalam ikatan batin ibu dan anak-anaknya. Terima kasih telah menerimaku sebagai ibu kalian, apa adanya…

Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku, dan supaya aku dapat beramal saleh yang Engkau ridhai, berikanlah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku… (QS Al Ahqaaf (46) : 15).

image

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Tentang Cinta tak Bersyarat, tak Berbatas

  1. suka sama ini –> Padanya ada kisah tentang ruang dan waktu berbalut cinta dan tanggung jawab. Dengannya aku memahami bahwa cinta tak selalu kata dan bunga, namun bisa berupa perjuangan dan tatap mata dalam diam.
    *speechless*

  2. Eni Martini says:

    tetehlagi terbawa musim hujan kah ^_^

  3. berkaca-kaca nih mata bacanya. ….. love it!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s