Lima Fakta tentang Kita (Next Time I Fall in Love)

image

Wow… wow…subhanallah…
Enggak terasa ya, sudah 13 tahun kita telah bersama dalam Ikatan Perjanjian yang Kuat. Ikatan yang membuatmu menjadi separuh aku dan sebaliknya. Itu kata si Noah. Tapi paling tidak, pastiii ada alasan kenapa kita masih bisa menikmati kebersamaan, selain karena komitmen yang kita jaga sepenuh jiwa. Aku sudah menyiapkan paling tidak lima alasan mengapa kita masih kompak saja. Wkwkwk. Sekaligus itu juga merupakan fakta tak terbantahkan tentang ikatan kita.

Satu, karena aku anak kecil dan engkau orang dewasa yg kadang-kadang jadi anak kecil juga:).
Dari kecil, aku adalah anak yang keras kepala, introvert, tukang ngomel, judes, galak, moody, dan berantakan. Aku jarang nurut sama orang lain. Dengan orangtuaku saja aku kerap ngeyel. Lalu engkau datang dalam hidupku, menjadi imam bagiku dan anak-anak kita. Engkau perlahan membuatku sedikit berubah. Aku mulai menurut setelah adu argumen yang kadang bagiku panjang dan melelahkan. Dan tiba-tiba aku merasa telah menikahi seseorang yang jauuuuh lebih dewasa, sementara aku hanya anak kecil tukang merajuk.
Eh tapi, please deh, ternyata kupikir-pikir, itu semata-mata karena engkau lebih tegas dan lebih teratur dariku. Jadi …. ya aku yang ‘kalah’ deh, meski bagi kita rumah tangga bukanlah urusan kalah menang kayak tanding tinju :D.
Pada saat tertentu ada juga ‘anak-anak’ dalam dirimu muncul. Itu lho kalau sudah kruntelan sama bocah-bocah kita. Kalau sudah begitu, aku menyungkir deh. It’s fatherhood’s moment.

Kedua, ternyata kita mungkin berbakat menjadi pelawak.
Dari dulu, sense of humor-ku buruk. Aku enggak suka acara lawak di TV, enggak suka Mr. Bean. Aku cuma bisa tertawa kalau nonton film Bang Benyamin. Tapi setelah bertahun-tahun menikah denganmu, aku jadi terbiasa tertawa mendengar leluconmu atau membacanya lewat Whatsapp. Lalu aku membalasnya. Dan kita tertawa bareng. Aneh. Dulu mah boro-boro melucu saya mah. Malah dulu aku pikir engkaupun terlalu serius dan sunyi…wkwkwk.

Ketiga, sekarang aku rajin berpikir.
Lho? Maksudnya? Dulu aku malas berpikir dengan alasan kapasitas otakku yang sering habg alias enggak nyambung, mudah putus koneksi. Tapi ternyata, suamiku ini termasuk tipe orang yang gemar berpikir dan menganalisa segala sesuatu. Awalnya, aku sering menjerit dalam hati, “Aduh please dong, kasihan banget ini otak saya sudah mau pecah diajak mikir melulu!”
Tapi lama-lama terbiasa juga. Ya sekarang sih lumayanlah. Enggak dikit-dikit error kayak dulu :).

Keempat, hanya suami mandiri yang bisa bikin istrinya jadi mandiri juga.
Nah ini terjadi di rumah tangga kita kan? Dulu aku bikin mie instan aja gagal melulu. Sekarang mah sebentar lagi juga bisa jadi chep kan? Chep lhoo bukam chef. Itu gara-gara suamiku ini nih bisa dan pintar memasak sendiri. Hadoooh. Merasa enggak enakeun, aku juga jadi belajar macam-macam. Akhirnya jadi kebawa, terbiasa mwngerjakan semua sendiri. Oh, sudah berapa lama ya kita tidak punya asisten rumah tangga? Weww sudah lupa tuhhh.

Kelima, ini bagian yang bikin speechless. Sanggupkah aku menuliskannya?
Ya, darimu aku belajar lebih banyak dan lebih dalam tentang ketulusan dan memaafkan. Itu hal-hal yang dulunya aku sulit untuk melakukannya. Haduuh bagaimana ya? Yang pasti bersamamu, aku banyak belajar untuk lebih melembutkan dan menundukkan hati.

Singkatnya, tiga belas tahun kita bersama ternyata mampu membentukku menjadi sosok yang sekarang, sekaligus membuka fakta bahwa kita seperti sepasang sahabat yang telah lama akrab. Oh, kadang sahabat, kadang cermin sih. Haha pasti engkau protes ya untuk yang ini. Tiga belas tahun yang membuat bertambah rasa syukurku. Tiga belas tahun yang membuatku feeling fulfilled. Apa ya bahasa Indonesianya? Aihhh….

Oh iya. Kalau aku diberi kesempatan untuk jatuh cinta sekali lagi…the next time I fall in love, it would be with you πŸ™‚ *dikuyel-kuyel deh sama anak-anak*

Tulisan ini disertakan dalam Giveaway Novel Perjanjian Yang Kuat.

image

image

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

14 Responses to Lima Fakta tentang Kita (Next Time I Fall in Love)

  1. yantist says:

    So Sweet deh, Mbak. Soal yang pelawak itu, ynt malah sering disebut suami kayak pelawak -_-‘

  2. titintitan says:

    barakallah mba ifaa.. smoga bahagia sepanjang di dunia hingga ke akhirat ^,^
    kalo suami istri itu aura dan roman muka lama lama emg mirip yak ;d

  3. ade anita says:

    aihhhh…. dirimu ikutan juga GA ini…. asyikk…. aku baru kali ini liat foto suamimu. so sweet banget deh dirimu Fa.

  4. leyla hana says:

    SUbhanallah, mba Ifa, manis banget kisahnya. Makasih ya dah ikutan GA-ku πŸ™‚

  5. Emak Gaoel says:

    eaaaa….ini so sweet banget sih maaak…sukaaaa! :’)

  6. Hah? Teh Ifa juga bisa speechless? masa sih? hehehe…
    Suka deh sama tagline-nya.
    Next time i fall in love,
    it would be with you
    lalalala…. πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s