Novel Romantis Menurut Saya

image

GagasMedia salah satu penerbit besar yang jadi trendsetter novel romantis

Novel Romantis Menurut Saya

Coba tebak novel jenis apa yang paling banyak diminati kaum perempuan perkotaan? Jawabannya pasti novel romantis yang melibatkan perasaan, mengharu biru, bahkan mampu membuat pembacanya seperti ikut merasakan jalannya cerita. Oops… malah banyak juga yang jatuh cinta sama tokoh utamanya lho.

Saya sendiri sampai saat ini baru menulis sekitar 22 novel, yang sudah diterbitkan ada 20, yang 2 sedang dalam proses terbit, merasakan sensasi tersendiri dalam menulis novel romantis. Dan memang sihhh, semua novel saya itu genrenya romantis semua. Mungkin karena di balik juteknya saya, sebenarnya saya romantis lho. Wkwkwk. *ngomong sama ember sono*.

Mengapa saya suka menulis, dan tentunya membaca, novel romantis?

Salah satunya karena novel romantis masuk ke dalam hati dan pikirannya dengan cara yang halus. Yang disentuh adalah sisi kelembutan dari pembaca dengan melalui kelembutan jalinan cerita dan hubungan antartokohnya. Jadi sebuah novel romantis menurut saya harus bisa menyentuh pembaca dengan nilai-nilai kebaikan yang ada di dalamnya melalui cara yang halus/lembut. Jadi tidak dengan cara menggurui apalagi memaksa. Jika ada unsur itu, maka gugurlah dia disebut novel romantis.

Novel romantis juga memiliki peluang untuk bisa mengakhiri kisahnya dengan halus. Jika harus sad ending, dia akan meninggalkan sensasi bittersweet yang susah dilupakan pembaca. Jika happy ending, pembaca akan ikut bahagia sepenuh hati. Dan jika dia open ending, biasabya penulis akan dikejar-kejar pembaca untuk membuat lanjutannya atau minimal side story.

Novel romantis juga memiliki kemampuan visualisasi alami yang dapat langsung dicerna dan dibayangkan pembaca. Bahkan novel romantis dengan grade bintang 2 sekalipun lhooo. Apalagi kalau penulisnya jago nih. So, buat teman-teman penulis novel romance kudu hati-hati nih dengan hal ini. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab kita lho kepada pembaca.

Nah sebuah novel romantis yang sukses mampu memberikan ketiga poin penting ini kepada pembaca sehingga bisa memberi hiburan yang pas. Jika diimbangi dengan kualitas konten alur, konflik dll (unsur intrinsik) bisa menyebabkan novel tersebut abadi di hati pembaca. Bahkan bisa jadi legenda. Naaah, jika ditambah dengan nilai kebaikan di dalamnya yang mampu mengantarkan pembaca pada perubahan ke arah lebih baik, iniii bisa jadi investasi kebaikan yang abadi bagi penulisnya. Dunia akhirat.

Yuk… sama-sama kita menulis untuk kebaikan lewat genre novel romantis. Pembaca bahagia, penulis dapat imbalan dunia akhirat.

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s