Serunya Menjadi Amil Zakat

image

Serunya Menjadi Amil Zakat
(Andai Aku Menjadi Amil Zakat)

Menjadi amil zakat itu seru lho. Siapa bilang amil itu tugasnya hanya mengumpulkan zakat lalu membagi-bagikannya kepada mustahik ( orang-orang yang berhak menerima zakat)? Menjadi amil zakat juga dibutuhkan kreativitas yang tinggi. Nah di sini letak serunya.

Sebagaimana kita tahu, Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia sudah sejak lama. Berarti dari segi kuantitas, jumlah muslim di Indonesis paling banyak dibandingkan dengan penganut agama-agama lainnya. Tapi, apakah itu sudah cukup menjadi jaminan bahwa seluruh penduduk yang muslim itu sudah faham semua aturan Islam, termasuk zakat? Ohoho, belum tentu.

Contohnya saja, di dekat tempat tinggal teman saya, di salah satu daerah pemukiman yang cukup padat, menjelang Idul Fitri lalu, teman saya didatangi tetangganya yang muslim srjak lahir. “Bu, emangnya hasil warung sembako saya wajib dizakatin?” Tanya si tetangga dengan wajah polos.

Teman saya jadi heran. Lah, dia muslim sejak lahir, buka warung sembako juga sudah puluhan tahun dan termasuk yang terbesar di daerah itu. Kok bisa ya dia baru tahu soal zakat hasil perdagangan dan di saat dagangannya sudah besar pula?

Ilustrasi kejadian di atas hanya satu dari sekian banyak kasus yang membuktikan bahwa masih banyak masyarakat muslim yang belum tahu tentang zakat ini. Boro-boro sadar zakat, tahu saja enggak.

Jika ada kasus seperti ini, siapa yang harus bertanggung jawab? Pemerintah. Baiklah.

Tapi, jangan lupa. Para amil zakatpun harusnya menjadikan ini sebagai tugas mereka. Tugas yang cukup penting, malah. Nah ini yang akan jadi perhatian saya kalau seandainya saya diamanahi sebagai amil zakat.

Bagaimana caranya supaya masyarakat tahu dan faham tentang kewajibannya berzakat? Selanjutnya bagaimana membuat masyarakat sadar zakat?

Jawabannya adalah dengan mengadakan kampanye faham dan sadar zakat. Kampanye ini harusnya lebih ramai dan seru dibandingkan dengan kampanye para caleg menjelang pemilukada dan pemilu nasional. Kampanye ini dibagi 2 jenis, yaitu kampanye faham zakat untuk masyarakat yang belum tahu zakat, dan kampanye sadar zakat buat yang sudah tahu tentang zakat tapi masih malas-malasan. Kedua jenis kampanye ini di-launch bersamaan waktunya.

Bentuknya bisa bermacam-macam. Misalnya lomba menulis, blog, foto, dan video/film pendek tentang zakat, lomba cipta lagu dan poster tentang zakat. Bisa juga mengundang beberapa penulis untuk menulis buku yang menarik tentang zakat, lalu mengadakan launching dengan kemasan acara yang menarik, talkshow tentang zakat di radio (jika memungkinkan bisa juga di TV), roadshow ke beberapa lembaga pendidikan, hingga berbagai lomba dan kuis di social media. Kemudian bisa juga menjemput zakat dan mengadakan konsultasi zakat bagi masyarakat yang belum tahu sama sekali tentang zakat.

Sudah tentu kampanye ini butuh dana besar ya. Nah jangan lupa untuk menjslin kerjasama dengan pemerintah dan beberapa perusahaan/lembaga yang berhubungan dengan kampanye tersebut. Jadi amil zakat juga harus mampu membuat proposal yang menarik sekaligus menjalankan fungsi public relation dengan cantik.

Betul kan, jadi amil zakat itu seru dan menantang? Sudah kebayang deh serunya kampanye zakat hasil kreasi amil zakat yang kreatif. Hohoho… saya tertariiiik kalau begituuu….

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Serunya Menjadi Amil Zakat

  1. Amil zakat salah satu impianku

  2. Amil zakat adalah kerja yg mulia. Bukan begitu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s