Demi Sebuah Kisah Sejarah

Demi Sebuah Kisah Sejarah

Dari kecil, saya paling senang baca cerita-cerita sejarah, tentang para nabi, para raja dan ratu, para presiden, penemu, pahlawan, sampai para pekerja seni. Ya pokoknya para tokoh deh. Kenapa? Ya seneng aja. Eh, tapi bukan begitu maksudnya. Setiap kali membaca tentang para tokoh itu, saya selalu dapat pelajaran yang berharga.
Misalnya, nih, tentang karakter dan sifat-sifat baik mereka yang kayaknya perlu banget buat motivasi dan inspirasi hidup. Ya yang jeleknya sih buang aja, ngapain dipakai? Eh tapi, ternyata akhirnya saya sadar kok sepertinya para tokoh itu memang dikasih kelebihan ya sama Tuhan, sehingga mereka bisa jadi tokoh dan bukan hanya orang biasa kayak saya ini. Wkwkwkw…
Saking terobsesinya sama sejarah, setiap saya menulis (secara profesi saya adalah penulis), saya pasti menyelipkan sedikit atau banyak hal tentang sejarah. Padahal waktu sekolah dulu, saya malah benci sama pelajaran sejarah. Soalnya gurunya nggak ada yang bisa menerangkan sejarah dengan menarik sih. Malah kita disuruh ngafal segala tahun-tahun puyeng itu.
Nah, back to topic. Saya sudah pernah menulis kisah 25 Nabi dan Rasul. Puas dan seneeeng banget. Nulis ensiklopedia pahlawan juga sudah pernah. Terus, saya masih punya banyak obsesi soal sejarah-sejarahan ini. Salah satunya adalah menulis sejarah kerajaan-kerajaan serta kesultanan di Indonesia. Saya sudah dalam proses mengumpulkan data lho.
Lagi seru-serunya browsing nih, tiba-tiba saya menemukan fakta bahwa kesultanan Jambi ternyata dulunya adalah bagian dari kerajaan Melayu. Wawww!
Saya seorang keturunan Melayu. Nenek saya orang Bangka-Pontianak dan Kakek dari Melayu Pontianak, yang kultur kemelayuannya kental sekali. Saya cinta segala sesuatu yang berbau Melayu. Oromatis sejarahnya jugaaa. Setahu saya dulu, yang termasuk wilayah Melayu itu adalah Deli, Langkat (Sumatera Timur), Riau, Indragiri, dan beberapa wilayah di sekitarnya, termasuk Bangka. Tapi saya tidak tahu kalau Jambi juga termasuk Kerajaan Melayu rupanya.
Otak riset saya mulai tertantang. Wah, kayaknya seru nih, eksplorasi ke Jambi untuk melacak jejak sejarah kesultanan Jambi yang dulunya bagian dari Kerajaan Melayu itu.
Ini sedikit informasi yang saya dapatkan dari sahabat saya yang setia, Saudara Wiki alias Wikipedia wkwkwkw….
Kerajaan Jambi adalah kerajaan Islam yang berkedudukan di Provinsi Jambi sekarang. Kerajaan ini berbatasan dengan kerajaan Indragiri dan kerajaan-kerajaan Minangkabau seperti Siguntur dan Lima Kota di Utara. Di selatan, kerajaan ini berbatasan dengan kesultanan Palembang (kemudian menjadi Karesidenan Palembang). Jambi juga mengendalikan Lembah Kerinci, meskipun pada akhir masa kekuasaannya, hal ini tidak lagi dipedulikan. Ibukota kesultanan Jambi terletak di kota Jambi, di pinggir Sungai Batang Hari.
Wilayah Jambi dulunya merupakan wilayah kerajaan Melayu dan kemudian menjadi bagian dari kerajaan Sriwijaya. Pada akhir abad ke 14, Jambi masih merupakan bagian dari Majapahit, dan hingga abad 17 dan 18, pengaruh Jawa masih terasa di Jambi.
Berdirinya kesultanan Jambi bersamaan dengan bangkitnya Islam di wilayah tersebut. Pada tahun 1616, Jambi merupakan pelabuhan kedua terkaya di Sumatera setelah Aceh. Pada tahun 1670, kerajaan ini sebanding dengan Johor dan Palembang. Tetapi tak lama kemudian, tahun 1680, Jambi kehilangan kedudukan sebagai pelabuhan lada utama, setelah perang dengan Johor dan masalah di dalam negeri sendiri.
Pada tahun 1903, Pangeran Ratu Martaningrat, keturunan Sultan Thaha, Sultan yang terakhir, menyerah kepada Belanda. Akibatnya Jambi digabungkan dengan karesidenan Palembang. Tahun 1906, kesultanan Jambi resmi dibubarkan oleh Pemerintah Hindia Belanda.
Sultan Thaha Safiuddin, Sultan terakhir kesultanan Jambi, wafat dalam pertempuran melawan Belanda di desa Betung Bedarah, kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo pada tahun 1904. Sejak itu Jambi tidak lagi mempunyai seorang Sultan.
Untuk pelestarian budaya dan adat istiadat, setelah sekian puluh tahun lamanya vakum, pada 18 Maret 2012, digelar prosesi adat agung penobatan penerus Sultan Thaha Safiuddin kepada penerusnya, Raden Abdurrachman bin Raden Djak’far Kertopati gelar Pangeran Mudo, sebagai Sultan Kerajaan Melayu Kesultanan Jambi, beserta Permaisuri Ratu Mas Siti Aisyah binti Raden Haji Usman Yasin gelar Ratu Aisah Kusumo Ningrat.

Nah, nah, … menantang banget deh buat saya. Jadi, saya pinggiiiin banget ke Jambi bukan sekedar melihat obyek-obyek wisatanya yang sudah ngetop seperti Taman Mini Jambi di Taman Rimba, Danau Sipin, Hutan Kota, Sungai Batang Hari, Seberang Kota, dan Tanggo Rajo. Yaaa, wisata-wisata jalan-jalannya begitu juga pasti nggak terlewatkan dong. Rugi bandar kalau sampai nggak sempat.
Tapi tetap tujuan utamanya sih, pingin lihat lokasi Kesultanan Jambi ini, atau paling tidak, tempat tinggalnya Sultan Jambi yang sekarang. Lebih seru lagi kalau bisa wawancara beliau dan… foto-foto pastinya. Aiiih, teteuppp dehh.
Sambil nulis ini, wishing sooo hard gitu. Aduh, saya belum-belum sudah terbayang serunya, dan kayak apa nanti tulisan hasil ‘jalan-jalan bersejarah’ ini….
Taaapiii… ada satu masalah nih.
Ngomong-ngomong, adakah kiranya pihak-pihak yang berbaik hati yang mau membiayai ‘jalan-jalan bersejarah’ ke Jambi ini ya? Anybody? *wink wink*

Postingan ini diikutsertakan ke dalam Lomba Blog http://www.pipetmagz.com
http://www.pipetmagz.com/lombablog/
”Lomba

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Demi Sebuah Kisah Sejarah

  1. herma1206 says:

    saya juga…suka baca hal2 yg berbau sejarah…
    mba ifa..sy follow, follbek ya..hehe..

  2. una says:

    pantesan mba Ifa jd slh 1 novelis favorit ak n suka baca smw novel mba, terutama facebok on love, n girls series (niat amat jd keturunan belanda, haha) pokoke semua dah, ternyata ada kesamaan minat, suka sejarahhh n sama2 org melayu, klw aku asli melayu deli,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s