Demam? Jangan Buru-buru Diberi Obat Bu

Demam? Jangan Buru-buru Diberi Obat, Bu

Sepertinya semua dokter anak bersepakat bahwa demam adalah penyakit langganan bagi bayi dan anak-anak. Siapa sih diantara anak-anak kita yang belum atau tidak pernah terserang demam? Bahkan, kita saja yang sudah setua begini, kadang-kadang masih juga terkena serangan demam.

Kami sendiri, sejak anak pertama kami lahir, Akna, yang kini sudah kelas 1 SMP, sudah tak terhitung menangani serangan demam. Apalagi konon kabarnya, anak laki-laki lebih sering menderita demam daripada anak perempuan. Entah benar atau tidak. Kami sudah berusaha mencari info tentang hal ini, tapi sampai sekarang yang kami temukan hanyalah seputar mitos. Yang jelas, sama seperti pasangan orang tua lainnya, terutama orang tua baru, waktu itu kami juga pernah cukup panik. Terlebih demam Akna sempat mencapai 41 derajat Celcius. Badannya sudah seperti baru dimasukkan ke dalam kolam air mendidih saking panasnya.  Suami sedang dinas luar saat itu, dan aku beruntung ditemani adik sepupu dan seorang pembantu rumah tangga. Tapi apa daya, kami bertiga sama-sama awam soal demam. Jadinya kami semua sama paniknya dan tak tahu harus berbuat apa kecuali berdoa. Dari sedikit ilmu yang kuperoleh, teknik kangguru cukup membantu.

Teknik kangguru sebenarnya adalah mekanisme proses perpindahan panas dengan persentuhan kulit. Caranya anak atau bayi yang sedang demam tinggi dipeluk di dada ibu. Bayinya kalau bisa tidak berpakaian. Ibu juga bisa menggunakan pakaian berbahan tipis agar proses perpindahan panas lebih mudah. Bayi didekapkan di dada ibu sambil diusap-usap punggungnya. Aku menambahkan doa dan shalawat Nabi, seperti yang biasa dilakukan suami ketika dia menangani Akna yang sedang demam.

Alhamdulillah, panas Akna turun. Namun tidak terlalu signifikan. Malam itu juga, kami membawa Akna ke Rumah Sakit terdekat untuk ditangani dokter anak langganan kami. Bersyukur sekali aku bahwa dokter anak kami itu termasuk dokter yang sangat berhati-hati dalam menangani penyakit, termasuk dalam pemberian resep. Hampir tidak pernah dia meresepkan antibiotik atau obat-obat yang bersifat ‘keras’ lainnya. Malam itu dia menyarankan kompres. Dari sanalah kami mengenal Fever Patch, plester penurun demam dari Rohto.

Ternyata Fever Patch itu semacam koyo ya? Batinku sambil menempelkan plester lembut ke dahi Akna. Tak lama kemudian, Akna yang tadinya rewel berangsur tidur dengan tenang. Sepanjang malam, aku bergadang untuk memastikan panasnya turun. Setiap beberapa jam, kusempatkan mengukur suhu tubuhnya dengan termometer. Alhamdulillah, menjelang subuh, panasnya berangsur turun dan segera normal kembali. Tinggal aku, ibunya, yang tidur kelelahan. (

Sejak itu, Fever Patch jadi andalan jika anak-anakku demam. Penggunaan obat penurun panas yang sejak semula kami hindari kini benar-benar tak jadi alternatif lagi. Aku memastikan ketersediaan Fever Patch di kotak obat, sehingga tak perlu panik ketika demam.  Setelah kupelajari, ternyata ada beberapa keunggulan fever Patch, diantaranya:
Lembut dan nyaman sehingga tidak membuat bayi atau anak berontak ketika akan digunakan atau ditempelkan di tubuh.
Rasa dinginnya bisa bertahan hingga sekitar 10 jam, sehingga tidak merepotkan seperti ketika menggunakan kain atau handuk kompres yang harus diganti atau dibasahi berulang-ulang.
Harganya murah dan mudah didapatkan di toko obat atau apotik, dan tidak perlu resep dokter juga lho.
Konon bisa digunakan dengan obat lain, tapi yang ini aku belum pernah mencoba. Sampai sekarang aku masih berprinsip bahwa obat penurun panas apalagi antibiotik tidak usah digunakan jika tidak perlu.

image

Ceria makan es krim tanpa demam

Dengan demikian, aku merasakan keuntungan lain dari Fever Patch. Kami bisa lebih menghemat dalam biaya kesehatan. Tidak perlu obat penurun panas, tidak perlu buru-buru ke dokter. Demam itu sebenarnya mekanisme alami dari tubuh seseorang dimana sedang terjadi pertempuran di dalam tubuh dalam menghadapi ‘makhluk asing’ yang berusaha masuk. Makhluk asing itu biasanya berupa virus atau bakteri. Radang tenggorokan yang biasanya diawali demam, misalnya, disebabkan oleh bakteri streptococcus. Jika kita yakin bahwa tubuh kita atau anak kita sehat dan kuat, sudah dibekali gizi yang cukup, mestinya tidak usah panik dan buru-buru ke dokter.

Kita baru menghubungi dokter bila kondisinya adalah sebagai berikut:
Bayi berusia kurang dari 3 bulan dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius.
Bayi berusia 3-6 bulan dengan suhu di atas 38,5 derajat Celcius
Bayi dan anak berusia lebih dari 6 bulan dengan suhu tubuh di atas 40 derajat Celcius. Oh ya, waktu itu Akna berusia sekitar 9 bulan.
Kondisi anak memburuk, sulit dibangunkan, lemas, dan tidur terus-menerus
Demam sudah berlangsung selama 72 jam
Susah minum, tidak mau minum, atau sudah mengalami dehidrasi
Rewel atau menangis terus-menerus dan tidak dapat ditenangkan
Kejang atau kaku pada kuduk leher
Sakit kepala hebat yang tak mau hilang
Sesak nafas dan muntah
Diare terus menerus.
Alhamdulillah, ketiga putra kami belum atau tidak pernah mengalami gejala-gejala tersebut di atas. Aduuuh, jangan, kalau bisa. Tentunya yang terpenting diantara penanganan demam pada anak, adalah sikap tenang orang tua.

image

Fever Patch plester penurun demam dari Rohto

Kenali gejala dan penyebabnya, tangani secara logis, tenang, dan terencana. Jangan lupa terus berdoa dan coba dengan teknik kangguru tadi. Secara emosional, itu adalah bentuk kedekatan antara anak dengan orang tua, dimana ketika anak sakit, pelukan orang tua adalah tempat ternyaman dan jalan menuju kesembuhan juga. Berikan rasa nyaman pada anak, termasuk dengan menggunakan Fever Patch. Insya Allah, penyakitnya akan sembuh. Nah, kalau sudah sembuh, jangan lupa cukupi kebutuhan gizi dan jaga kebersihan mereka, Jangan lupa tetap berikan rasa aman dan nyaman, karena itulah sesungguhnya yang menguatkan fisik dan jiwa anak-anak kita. 

image

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s