Refresh Our Love!

A little intermezzo

REFRESH OUR LOVE!

 

I have fallen in love with the same woman 3 times

In a days back in 19 years of tearful joys

And joyful tears

I loved her first when she was young

Enchanting and vibrant eternally knew

She was brilliant fragrant and cool as the morning dew

 

I fell in love with her the 2nd time

When first she bore her child of mine

Always by my side

The source of my strength

Helping to turn the tide

 

But there were candles to burn

The world was my concern

While our home was her domain

And the people were mine

While the children were hers to maintain

 

So it was in those 18 years and the day

Till I was detained forced in prison to stay

Suddenly she’s also support

Source of comfort are wellspring of hope

On her shoulders fell the burden of life

 

I fell in love again with the same woman the 3rd time

Roaming from the battle her courage will never fade

I miss the hardships she has remained

Undaunted and unafraid

She is calm and composed

She is God’s lovely maid

(“I have Fallen in Love (With the same Woman 3 times)” a lovely poem by Beningno Aquino to his lovely wife, Corazon Conjuanco Aquino, composed to a song and sang by Jose Mari Chan)

 

I want you only, to be here with me, to be the last one I talked when I would fall asleep at nights and be the one I used to know, the first one I talked to when I get awake in the dawns…

(Quotation from the film “When Harry Met Sally”, starring Meg Ryan and Billy Cristal)

 

 

           

I don’t want clever conversation

I never want you work that hard

I just want someone that I could talk to

I love you just the way you are…

(A quotation from “I Love You Just the Way You Are”, composed and sang by Billy Joel).

 

            Berapa lama sudah kita menikah dengan laki-laki yang sama?

            Sudah lamaaaa sekali atau baru terasa setahun dua tahun ya?

            Sudah pernah merasakan ups and downs nya perasaan cinta kepada dia? Atau mungkin sudah nggak berasa cintanya?

            Bagaimana juga dengan perasaan dia kepada kita? Apakah dia masih menganggap kita perempuan yang sama yang dia pilih dan dia nikahi sekian tahun lalu? Atau dia merasa kita sudah nggak terlalu menarik lagi di matanya?

            Mungkin nggak, ada yang perlu di-refresh lagi diantara kita dan dia? 

            Kayaknya ada deh. Paling nggak, as far as I know from my little experience, ada 3 hal yang perlu disegarkan kembali ya.

            Let’s check it out, Ma’am.

 

1.Niat

 

            Dulu dia memilih dan menikahi kita niatnya apa? Kita menerima dia, dan mau-maunya jadi istri dia, niatnya apa? Dia belum jadi siapa-siapa lho dulu, kita juga. We were nothing at that times. But only one thing we knew it for sure, kita dan dia ingin beribadah. Melengkapkan separuh dien. Maka menjelmalah cinta yang indah itu. See our Love Letters from God, QS 4:1.

            Mungkin suami kita juga pernah mengalami apa yang dialami Benigno Aquino yang dia tuliskan di syairnya buat istrinya di bait pertama tuh. Namanya juga orang baru married, semuanya terasa indaaah aja. Kita juga kan? J Sekarang mah ceritanya udah lain lagi. Getarnya mungkin sudah tidak sama. Ketertarikan sudah tidak sebesar dulu. Kering doong…? Ya nggak juga.

            Yuk, perbaharui niat. Apalagi buntutnya udah banyak… Ibadah bareng, belajar bareng, termasuk belajar masalah-masalah diniyah. Muhasabah bareng jangan lupa.

 

2. Tujuan

           

            Tujuan nikah buat apa ya? Bagi saya dan suami, ada banyak. And we try to keep evaluate these aims for years, as long as we live inshaAllah.

            Bagi kami yang baru sepuluh tahun nikah, marriage means to create (creating love, good deeds, new and better family, and all the good things we keep inside before), to grow up with, to live with, to make bonding with, to sow the seeds, to carry on, to continue, to maintain, to sustain, and to get older and wiser together.

            Sounds like ideal. No, biasa aja. Even ordinary people pasti juga mikirnya ke sini, secara nggak sadar. Tapi kita (Ma’am semua) kan extraordinary perople, pasti harusnya yang begini ini kan deprogram di dalam hidup. Kita nikah mau ngapain, kalau nggak memperbaiki terus dan mengingatkan kembali tujuan, terus ngapain kalau hanya ‘berkembang biak’ saja? J

            Jadi mesti ada yang bertambah baik, dan mutlak harus ada. Demi tujuan itulah, sama-sama harus mau memperbaiki diri.

            You know, I’m just a scattered brain one, while my hubby’s the most efficient man I knew. But his efficiency sometimes makes me scared. Tapi akhirnya saya jadi belajar lebih teratur, lebih efektif dan lebih efisien karena dia. Dia juga belajar lebih santai, rileks, dan tidak selalu memandang semua hal dengan serius like he used to be before. Jadi nggak semua-muanya dibahas. Emang enak lagi nonton berita terus dibahas sampai tengah malam? J. Tapi kadang-kadang sih, sekarang malah saya juga suka ngebahas apapun jadinya. Ketularan deh…

            Coba kalau nggak saling memperbaiki, bisa kacau tujuan kita. Gimanapun, kan dia sudah memilih kita, dan gitu juga sebaliknya. Masak kita mau minta tukar lagi sama Allah, ya Allah, saya nggak mau ah, sama yang ini, tuker dong sama paket yang lain. Hahaha, ntar nyesel lhoJ

           

3. Cara kita memandang pasangan (the way I look at you, atau kayak lagunya Christian Bautista,”The Way You Look at Me”)

 

            Lihat lagi 3 kutipan yang saya tulis di awal nih. Bikin kita tersanjung kan bacanya? Gimana coba kalau suami kita nulis syair kayak Beningno Aquino, atau bilang kata-kata seperti kata Harry pada Sally, atau nulis lagu kayak Billy Joel?

            Tapi kita kan nggak bisa hanya berharap. Jika kita berharap dicintai dan dihargai, maka cintai dan hargai dia juga. Jika kita berharap diterima apa adanya, maka terima dia apa adanya. Saling berbagi peran dan saling melengkapi.

            Ini yang bikin saya terharu, bahwa hampir semua tokoh besar dalam sejarah selalu didampingi istri yang layak. Istri yang layak dicintai, dihargai, dan diapresiasi.

            Rasulullah saw kita tercinta menempatkan his everlasting and truly love kepada yang Mulia, Bunda Khadijah ra. Beliau tak tergantikan oleh perempuan manapun, sebab hanya Khadijah yang     paling bisa menempatkan dirinya pada hati Rasul, sepanjang masa-masa penuh cobaan terberat dalam hidupnya, awal masa dakwahnya.

            Imam Hasan Al Bana, juga menempatkan apresiasi pada istrinya tercinta, Bunda Lathifah Husain ash Shuli. Bunda Lathifah mengambil peran seperti yang diambil oleh Cory Aquino yang digambarkan dalam syair bait-bait kedua dan seterusnya di kutipan di atas. Dia mendidik anak-anak dan memelihara rumah tangga Imam Hasan Al Bana, selagi sang suami mengemban tugas dakwah di luar. Beliau men-support sang suami pada masa-masa sulit penuh tribulasi.

            Dalam sebuah kisah yang pernah saya baca, sebagai tanda cintanya pada sang istri, sang Imam selalu menolak makan di tempat jamuan, jika dia tak diperkenankan membungkuskan makanan yang sama untuk istri tercinta. How sweetJ.

            Sewaktu kuliah lanjutan dulu, saya pernah dapat tugas membuat resensi film-film yang masuk dalam kategori ‘Must-See Films’. Saya mengambil 3 judul film yang saya menemukan kesamaan antara ketiganya, yaitu adanya peran istri yang patut dicintai, dihargai, dan diapresiasi, istilahnya ‘istri salehah’, meskipun tidak dalam frame yang islami. Film-film itu adalah “Doctor Zhivago” (1964) dengan tokoh Tonya (Geraldine Chaplin) sebagai istri yang tabah meski harus mengikuti suami ke pengungsian masa revolusi Bolshevik Rusia (1911-1917), yang diperburuk dengan cuaca ekstrim dingin. Keadaan makin parah ketika akhirnya sang suami malah berselingkuh dengan kekasih lamanya, sementara Tonya tetap menjadi istri dan ibu yang baik, sementara dia sedang hamil tua.

            Film kedua adalah ‘It’s A Wonderful Life” (1946) dengan tokoh istri (aduh saya lupa namanya) yang diperankan Donna Reed. Type istri dan ibu rumah tangga yang baik sementara suaminya sedang mengalami krisis financial dan psikologis dalam hidupnya. Dalam masa-masa buruk pascaperang itu, sang istri tetap berhasil menjaga suami dan anak-anaknya dari keguncangan yang lebih parah.

            Film ketiga adalah semi biopic Prof John Nash, Nobel laureate thaun 1994 dalam bidang matematika, judul filmnya “A Beautiful Mind” (201), dengan tokoh Alicia (Jennifer Connelly) memerankan istri yang begitu tabah mendampingi dan mengupayakan terapi bagi suaminya, John Nash, yang menderita schizophrenia dan obsessive-compulsive disorder.

            Nah, kalau saja kita bisa menjadi istri yang patut dicintai, dihargai, dan diapresiasi di matanya, insyaAllah, dia akan membalas dengan yang minimal sama baiknya. Dia minimal akan sangat berterima kasih akan peran kita dalam menunjang kesuksesan dia sebagai seorang laki-laki. See our love letter from God, QS 30:21.

            Oh ya, cara kita memandang pasangan juga akan berpengaruh terhadap cara kita menyatakan perasaan padanya. Sama, diapun akan begitu. By nature, manusia adalah makhluk yang paling mudah mencontoh, meniru, dan membalas, apalagi terhadap hal-hal yang menyentuh hatinya.

           

            Jadi, mari belajar jadi istri yang layak dicintai, dihargai, dan diapresiasi. Tetap mohon dukungan dari Allah, sebab Dialah sebaik-baik Penolong dan Pembalas. Tunggu hasilnya, and let’s celebrate your love. Selamat menemukan cinta yang baru. Cinta yang bukan cinta membara seperti sepasang pengantin baru. Tetapi, cinta yang menghangatkan, menenangkan, dan membuat kita aman dan nyaman di dalam rumah hati bersama suami. Cinta yang mendewasakan dan menjadikan semuanya lebih baik, dalam konteks menuju pengabdian yang lebih tinggi, kepada-Nya. Amin.

 

            There will never any ‘happily-ever after’, but there are always be ‘something stronger grown up beyond love; devotion (kesetiaan, penghargaan, pengabdian, ketulusan, kasih sayang, dan ikatan), it’s beyond the beyond (in Italian verse says Al di la).

 

Perhaps love is like a resting place
A shelter from the storm
It exists to give you comfort
It is there to keep you warm
And in those times of trouble
When you are most alone
The memory of love will bring you home

Perhaps love is like a window
Perhaps an open door
It invites you to come closer
It wants to show you more
And even if you lose yourself
and don’t know what to do
The memory of love will see you thru

O love to some is like a cloud
To some as strong as steel
For some a way of living
For some a way to feel
ImageAnd some say love is holding on
And some say letting go
And some say love is everything
Some say they don’t know

Perhaps love is like the ocean
Full of conflict full of pain
Like a fire when it’s cold outside
A thunder when it rains
If I should live forever
And all my dreams come true
My memories of love will be of you

And some say love is holding on
And some say letting go
And some say love is everything
Some say they don’t know

Perhaps love is like the ocean
Full of conflict full of pain
Like a fire when it’s cold outside
A thunder when it rains
If I should live forever
And all my dreams come true
My memories of love will be of you

(“Perhaps Love” sang  by John Denver)

 

 

 

 

 

Cinere, 17 Maret 2011

After all that we’ve been through before…

just sharing aja.

 

 

Further readings:

“Psikologi Pernikahan”,  Izzatul Jannah

“Baiti Jannati”, Masyhuri Kartubi.

“Persembahan Cinta Istri Hasan Al Bana”, M Lili Nur Aulia

“The True Love Story: Khadijah”

Advertisements

About ifaavianty1

A wife, mom of 3 sons, writer and author of about 70 books. Loves books, music, movies, cook, art n craft, history, rain, mall, coffee, tea, and pasta. Oh, and every genius :))
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

5 Responses to Refresh Our Love!

  1. titintitan says:

    wah, nemu wp nya mba Ifa,
    Mba Ifaa, ijin folow ^^

  2. dewayanie says:

    hello dear, nice to see u in wp, hehehhehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s